8.2.13

reverse1113

Tak bisa. Tak bisa seperti ini. Ini salah. Seharusnya bukan seperti ini.
Mana jujur?
Mulutnya kini telah disumpal.
Mana percaya?
Ia telah dilucuti, disiksa dan dibuang ke sungai.
Mana wibawa?
Lari dia ke tempat paling dasar dan gelap di bumi.
Yang lain juga enyah.
Tinggal munafik sekarang. Ingkar, dusta, khianat.
Apa ini salah?
Dunia memang seperti ini dari dulu. Kau yang terlambat sadar. Terlambat dewasa.

Kau tahu kan? Bahwa tumbuh dewasa itu menyiksa?
Tak mungkin kau tak tahu. Kau yang dulu bilang padaku.
Waktu kau bilang itu dulu, kupikir kau sudah dewasa.
Apa yang terjadi pada proses pendewasaanmu? Stagnan?
Hingga kau baru tahu tentang ini? Siksaan ini?
Karena kau sudah tahu, sudah sadar sekarang, nikmatilah!
Nikmatilah ini!

Keadaan ini tercipta karena ada yang dewasa.
De-wa-sa.
Kedewasaan cenderung manipultif, Kawan!
Mereka yang dewasa yang mencipta keadaan ini.

Dan saat kau dewasa kini, kau juga ambil peran.
Mencipta karakter yang berguna untukmu.
Mengenakan topeng yang sesuai dengan kostummu.
Memilih latar agar semua tampak dramatis.

Dan kini kau telah dewasa, kau pun ambil bagian.
Tak mau tertinggal. Ikutlah dengan dewasa-dewasa lain.
Ikut mereka memanipulasi.
Semua tahu, tapi semua tidak tahu.

Kau juga akan begitu.
Dan segala yang kau torehkan dan baca berulang-ulang ini, merupakan wujud manipulasi.
Tameng.
Supaya saat orang membaca, mereka berpikir kau mengutuki keadaan.
Padahal kau yang mengkonstruksi keadaan ini.

tanpa jeda. bertubi-tubi. dewasa.